Posted by: Hanni | 27/08/2010

Tips Merawat Mukena

Dalam hal beribadah khususnya sholat, muslimah diwajibkan untuk menutup aurat yang telah disyariatkan dalam agama Islam. Pada umumnya di Indonesia para muslimah memakai pakaian shalat yang dikenal dengan nama ‘mukena’ atau di beberapa daerah disebut dengan ‘rukuh’.

Begitu banyak model dan bahan dasar dari mukena. Lalu bagaimana cara kita merawat  agar mukena awet dan tahan lama. Berikut ini  sejumlah tips untuk merawat mukena Anda yang disesuaikan dengan bahan kainnya.

Katun
Biasakan membaca label yang disertakan dalam produk tekstil. Namun secara umum, katun cukup tahan untuk dicuci dan dikeringkan dengan mesin cuci. Warna pada bahan katun dapat bertahan lebih lama jika Anda mencucinya dengan air dingin.

Penggunaan bahan pemutih juga bisa digunakan pada bahan katun. Namun, jangan gunakan pemutih terlalu banyak karena akan merusak serat kain. Anda harus sering menyetrika mukena bahan katun karena mudah kusut. Gunakan pelicin pakaian untuk memudahkan proses menyetrika.

Sementara perawatannya tak sulit. Anda cukup menyimpannya di tempat yang tak lembab dan terhindar dari matahari langsung.

Sutra
Tidak semua sutra bisa dicuci secara dry clean. Cara teraman adalah mencuci sutra dengan deterjen yang sangat lembut (beberapa merek lokal sudah mengeluarkan produk untuk ini). Anda juga bisa menggunakan baby soap atau shampo untuk menjaga kelembaban alami kain.

Rendam mukena dalam larutan tersebut dan bilas dengan air dingin. Hindari mengucek dan memeras mukena. Gantung di tempat yang terhindar dari matahari langsung dan biarkan sampai kering.

Jika diperlukan, seterika mukena sutra dengan panas rendah. Lapisi permukaan yang akan disetrika dengan kain tipis. Cara ini untuk menghindarkan sutra dari panas langsung.

Mukena sutra harus digantung dengan hanger yang khusus. Simpan gantungan mukena di tempat yang terlindung dari sinar matahari. Beri penyerap kelembaban dan anti jamur di tempat menyimpannya.

Parasut
Mukena parasut menggunakan bahan nylon. Pencucian dan perawatannya cukup mudah. Parasut cukup kuat dicuci dengan mesin cuci. Namun, jangan campurkan mukena ini dengan bahan lain saat dicuci. Sebaiknya, hindari bahan pemutih karena parasut mudah rusak.

Jika Anda mengeringkan bahan parasut dengan mesin, pilih pengaturan yang paling rendah. Segera keluarkan mukena dari mesin ketika selesai karena kain parasut mudah kering. Jika terlalu kering, kain menjadi bergelombang. Gunakan pemelbut saat membilas untuk menghindarkan efek ini.

Mukena parasut disetrika hanya jika diperlukan saja, itu pun dengan panas rendah. Perawatan mukena parasut juga tidak sulit, cukup hindarkan mukena dari sinar matahari langsung dan simpan di tempat yang tidak lembab.


Responses

  1. lengkap dan informatif banget infonya, berguna banget…thanks salam kenal

  2. ijin share ya….

  3. mukena susah susah gampang ngerawatnya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: